‘Ku ingin kau
Sadari semua cintaku,
Dan tulus hatiku perih
Semua ‘ku berikan hanya demi cinta
Yang suci dari lubuk hati
‘Ku hanya mencintaimu
Walau ‘ku tahu
‘Ku ‘kan terluka kar’na mu
Semua hanyalah demi cinta…
‘Ku rela bila harus terluka kar’na nya
‘Ku yakin kau
Tak bisa sadari semua
Cintaku kau anggap biasa saja
Padahal kau tahu cintaku pada mu
Bukanlah cinta yang biasa
‘Ku hanya mencintaimu
Walau ‘ku tahu
‘Ku ‘kan terluka kar’na mu
Semua hanyalah demi cinta…
‘Ku rela bila harus terluka
‘Ku ingin kau tahu
Cintaku hanya untukmu
Berikanlah hatimu kepadaku ooh….
‘Ku ingin kau tahu
Hatiku hanya untukmu
Berikanlah cintamu kepadaku ooh…
Yah… itu lagu yang tadi malem aku buat dalam keadaan sedih dan gundah.
Tadi malem aku ke rumah pacarku. Namanya Yuli (namanya mirip dengan pacarku yang pernah aku ceriatain sebelumnya). Maksudku ke sana, dia mau ngenalin aku ke ortunya. Begitu aku bilang ke papanya, aku nga nyangka bakalan seperti itu. Papanya marah! Dia mengatakan 2 alasan. Pertama, Yuli keturunan Chinese sedangkan aku bali tulen (memang ada darah Belanda. Tapi nga kelihatan). Dan kedua, alasannya Yuli masih dianggap kecil (padahal sudah kelas 3 SMA).
Kalau saja papanya berbicara baik2, aku maklumi. Tapi kenyataannya, dia membentak aku dan anaknya. Aku nga bisa berbuat apa. Aku ingin menangis, tapi ku tahan air mataku agar aku tak terlihat cengeng di mata mereka. Tapi hatiku terluka.
Mungkin ini cobaan untukku. Di saat aku mencoba mengampuni dan bersabar. Ya, aku nga bisa berbuat apa2 selain berdoa pada Tuhan. Aku sebenarnya tak mengerti letak kesalahannya. Apakah karena aku bukan keturunan Chinese??? Aku juga tidak tahu….
NB : Mungkin ntar lagi ada lagunya. Mungkin minggu depan. Ntar aku posting….

